Berita

Soal vaksinasi corona, Kemenperin: Pengujian vial perlu untuk amankan pasar domestik

Sumber : Kontan.co.id

 

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Upaya mewujudkan vaksinasi virus corona terus didorong. Dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai sekitar 270 juta jiwa, maka pasokan sarana dan prasarana pendukung vaksinasi turut jadi perhatian.

Salah satu hal penting yang perlu disiapkan oleh Indonesia adalah soal penyediaan dan keamanan dari kemasan (vial) vaksin Covid-19 itu. Vial, merupakan suatu benda penampung cairan, bubuk dan tablet farmasi. Vial yang modern umumnya terbuat dari kaca dan plastik. Para ilmuwan juga menggunakan vial ini sebagai tempat penampungan sampel atau bahan penelitian.

Terkait itu, Balai Besar Keramik (BBK) Bandung yang merupakan salah satu satker di bawah Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyelenggarakan webinar bertema 'Aspek Keamanan Produk Kaca (Vial/Ampul) untuk Keperluan Medis', di Bandung, Senin (23 /11) kemarin.

Kepala BBK Bandung Gunawan  bilang ke depan pengujian vial ini akan masuk menjadi ruang lingkup pelayanan jasa teknis pengujian di laboratorium BBK. "Laboratorium uji vial/ampul ini merupakan salah satu dukungan BBK dalam pemberlakuan SNI wajib guna pengamanan pasar dalam negeri," ujar dia dalam keterangannya, Selasa (24/11).

Sementara Kepala Divisi Produksi Farmasi PT Bio Farma Hikmat Alitamsar mengatakan BUMN pelat merah ini merupakan satu-satunya produsen vaksin dan antisera di Indonesia, sekaligus terbesar di Asia Tenggara. Dengan kepemilikan saham pemerintah 100%. Saat ini pihaknya tengah mengembangkan vial versi baru bernama pre-filled syringe di luar kemasan yang sudah ada.

 

Setiap vial yang diterima, sambungnya, harus memenuhi 4 syarat. Yaitu lulus uji kimia permukaan wadah kaca, pengukuran dimensi, pengujian mesin dan dokumentasi. Sementara pembersihan dilakukan melalui pencucian dan pembilasan botol vial dengan memakai kelas air yang sesuai untuk menghilangkan partikel asing dan bahan kimia lainnya.

Bilasan air pertama dapat menggunakan purifield water dan bilasan terakhir harus menggunakan water for injection (WFI). Sedangkan pengeringan dilakukan memakai udara yang steril.

Dia bilang vaksin Bio Farma telah dipakai di 130 negara di dunia, atau 2/3 kebutuhan vaksin Polio dunia dipenuhi oleh Bio Farma. Di samping itu, Indonesia melalui Bio Farma menjadi negara termaju dalam hal pengembangan vaksin di antara 57 negara anggota OKI lainnya. "Sudah banyak produk vaksin Bio Farma yang lulus pre kualifikasi WHO," ungkap Hikmat.

Di sisi lain, Kasubdit Pengawasan Produksi Produk Biologi dan Sarana Khusus BPOM Dwiana Andayani menambahkan, BPOM selalu melakukan pengawalan terhadap berbagai macam obat yang beredar di masyarakat, agar memenuhi persyaratan sesuai khasiat. Keamanan dan mutu obat. Sehingga memberikan perlindungan bagi konsumen.

Sebab, penerapan cara pembuatan obat yang baik secara konsisten dan pemenuhan terhadap standar serta persyaratan akan menghasilkan produk yang berkualitas dan meningkatkan daya saing di pasar lokal maupun global. "Kami melihat, khasiat, keamanan dan mutu produk obat sangat dipengaruhi oleh proses produksi dan didukung spesifikasi bahan kemasan yang sesuai dengan persyaratan produk," urainya. 

 

 

Selengkapnya
Pacu Daya Saing, Kemenperin Tambah Fasilitas Uji SNI Produk Isolasi Tahan Panas

Sumber : bisnis.com

 

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perindustrian melalui Balai Besar Keramik akan menambah fasilitas pengujian produk bahan isolasi tahan panas serta fasilitas produk vial/ampul untuk keperluan medis.

Fasilitas ini ditargetkan beroperasi pada tahun 2021. Saat ini, Balai Besar Keramik telah memiliki 8 jenis lapolatorium uji seperti labolatorium kaca, sanitair, ubin keramik, tableware, kimia keramik, bahan baku keramik, refraktory, dan bata genteng.

Dirjen Industri Kimia Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kemenperin Muhammad Khayam mengatakan kehadiran fasilitas pengujian ini di dalam negeri diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal dengan produk impor.

“Dengan diukung dengan penurunan harga gas, [fasilitas ini] diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri dan bahkan meningkatkan kepercayaan pembeli di level Internasional,” ungkap M. Khayam di sela-sela kunjungan ke laboratorium Balai Besar Keramik Bandung, Jumat (13/11/2020).

 

Hadirnya fasilitas pengujian produk isolasi panas ini disambut baik oleh industri rockwool, mengingat industri rockwool dalam negeri saat ini sudah mampu mengekspor produknya ke beberapa negara seperti negara negara di Asia Tenggara, Australia, Afrika dan Timur Tengah.

Industri jenis ini memiliki TKDN sebesar 85 persen. Dengan kapasitas produsen Rockwool di Indonesia mencapai 40.000 – 45.000 ton/tahun dan masih dapat meningkat, angka ini dapat memenuhi kebutuhan nasional sebesar rata rata 23.700 ton/tahun.

Namun saat ini penggunaan produk dalam negeri masih berkisar 36 persen per tahun, sedangkan sisanya masih impor.

Rockwool merupakan produk isolasi tahan panas memiliki sifat tahan api dan juga berfungsi sebagai penyerap suara banyak digunakan di industri manufaktur yang menggunakan temperatur tinggi di dalam prosesnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Doddy Rahadi, mengatakan dengan hadirnya fasilitas dan standar SNI yang terus bertambah, industri di Indonesia diharapkan secara bertahan meningkatkan kualitas produknya.

 

 

Selengkapnya
Indonesia Perlu Maksimalkan Industri 4.0 agar Jadi Top 10 Ekonomi Dunia

Sumber : maritim

JAKARTA-MARITIM : Untuk jadi top 10 ekonomi dunia pada 2030, Indonesia perlu maksimalkan industri 4.0 sebagai peluang mengejar pertumbuhan ekonomi. Sehingga lewat revitalisasi sektor manufaktur tercapai kontribusi tinggi terhadap PDB.

“Sebab, konsep sirkular ekonomi dapat menjawab berbagai permasalahan umum yang dihadapi industri dalam negeri,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Doddy Rahadi, saat webinar temu usaha industri, yang diadakan Balai Besar Keramik (BBK), di Jakarta, Rabu (21/10/2020).

Kegiatan bertema ‘Implementasi Sirkular Ekonomi pada Industri Keramik dan Kaca untuk Mewujudkan Making Indonesia 4.0’ ini dimoderatori Kepala BBK Bandung, Gunawan.

Dengan pembicara Plt Direktur Ketahanan dan Iklim Usaha Kemenperin Yan Sibarang, Kepala Pusat Industri Hijau Kemenperin Junadi Marki serta Ketua Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengamanan Yustinus H Gunawan. Selanjutnya Ketua Asosiasi Produsen Gelas Kaca Indonesia Henry T Susanto, Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia Gunarso dan Sinta Rismayani dari BBK.

Industri manufaktur pada 2018, menurutnya, menyumbang 20,2% PDB dan membuka 14 juta lapangan kerja. Bahkan di masa pandemi ini berkontribusi 19,98% dengan capaian nilai tambah Rp700,51 triliun serta menyerap 18,5 juta pekerja.

 

Dengan target jadi 10 ekonomi terbesar di dunia, lanjut Doddy, kita perlu sungguh-sungguh merealisasikan berbagai prioritas nasional dalam Making Indonesia 4.0. Dengan menerapkan prinsip ekonomi berkelanjutan baik oleh industri maupun kerja sama lembaga riset. Sehingga akan dihasilkan bahan baku bernilai tambah tinggi, efisiensi dalam proses produksi dan limbah industrinya dapat dipakai oleh industri lain.

Ditambahkan, sektor manufaktur Indonesia umumnya punya masalah  sama, mulai dari ketersediaan bahan baku lokal hingga kebijakan lintas sektor. Making Indonesia 4.0 mampu menjawab tantangan dan kendala itu serta mempercepat perkembangan industri manufaktur nasional.

Konsep sirkular ekonomi dan standar industri hijau bagian dari ekonomi keberlanjutan ke depan akan diimplementasikan pada industri manufaktur. Prinsip buat-pakai-buang pada ekonomi linear diubah ke prinsip regenerasi 5R (Reduce, Reuse, Recycle, Recovery and Repair).

Sementara Kepala BBK, Gunawan, menyampaikan untuk mengatasi permasalahan industri Kemenperin telah membuat Industri 4.0 dengan salah satu program prioritas membuat standar-standar keberlanjutan (sustainability).

Hal lain, BBK telah mengimplementasikan kerja sama dengan beberapa Unit Jasa Pembangkit PT Indonesia Power berupa pemanfaatan limbah fly ash dan bottom ash menjadi produk seperti tetrapod, tiang panel, paving block dan bahan bangunan lainnya.

“Riset dan rekayasa yang dilakukan tersebut merupakan salah satu upaya Balai Besar Keramik dalam implementasi prinsip ekonomi sirkular sebagai bagian dari Making Indonesia 4.0,” ucap Gunawan.

Komitmen industri hijau

Pada kesempatan sama, Kepala Pusat Industri Hijau Kemenperin, Junadi Marki, mengatakan Kemenperin terus berkomitmen mewujudkan pembangunan berkelanjutan melalui penguatan konsep sirkular ekonomi sebagai sumber efisiensi dan nilai tambah sektor industri. Hal itu sebagai upaya penerapan Perpres No 18 tahun 2020 tentang RPJMN 2020-2024 yang mengarahkan kebijakan peningkatan nilai tambah ekonomi.

“Kemenperin mengembangkan konsep sirkular ekonomi dalam bentuk kebijakan Industri Hijau untuk mempertahankan nilai produk agar dapat digunakan berulang tanpa menghasilkan sampah melalui kegiatan reuse, recycle dan recovery,” ujar Marki.

Sedangkan Ketua Bidang Roof Tiles ASAKI, Gunarso, menilai sumber daya alam seperti tanah liat dan hard materials adalah bahan baku utama pembuatan keramik. Kebutuhan keramik di Indonesia seluruhnya bisa disediakan oleh produsen lokal dengan mengoptimalkan tenaga kerja lokal.

“Sebagian besar produk keramik dapat digunakan dan didaur ulang untuk dipakai kembali sebagai bahan baku,” ungkapnya. 

 

 

 

Selengkapnya
Mau Jadi Negara Top 10 Dunia, Indonesia Perlu Maksimalkan Industri 4.0

Sumber : kompas

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian Doddy Rahadi mengatakan, Indonesia perlu maksimalkan industri 4.0 untuk bisa menjadi top 10 ekonomi dunia pada 2030.

Sebab, revitalisasi sektor manufaktur bisa memberi kontribusi yang besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). 

“Konsep sirkular ekonomi dapat menjawab berbagai permasalahan umum yang dihadapi industri dalam negeri," ujar Doddy dalam keterangan tertulisnya, Rabu (21/10/2020).

Industri manufaktur pada 2018, menurutnya, menyumbang 20,2 persen PDB dan membuka 14 juta lapangan kerja. Bahkan di masa pandemi ini berkontribusi 19,98 persen dengan capaian nilai tambah Rp700,51 triliun serta menyerap 18,5 juta pekerja.



Atas dasar itu, lanjut Doddy, Indonesia perlu sungguh-sungguh merealisasikan berbagai prioritas nasional dalam Making Indonesia 4.0. Dengan menerapkan prinsip ekonomi berkelanjutan baik oleh industri maupun kerja sama lembaga riset.

“Sehingga akan dihasilkan bahan baku bernilai tambah tinggi, efisiensi dalam proses produksi dan limbah industrinya dapat dipakai oleh industri lain,” kata dia. 

Doddy menambahkan, sektor manufaktur Indonesia umumnya punya masalah  sama, mulai dari ketersediaan bahan baku lokal hingga kebijakan lintas sektor.

Making Indonesia 4.0 mampu menjawab tantangan dan kendala itu serta mempercepat perkembangan industri manufaktur nasional.

 

Selengkapnya
Pemerintah Targetkan Industri Keramik RI Masuk Empat Besar Dunia

Sumber : Kompas.com


JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan industri keramik nasional bisa menjadi peringkat keempat di dunia dari sebelumnya di peringkat keenam.

Dengan deposit bahan baku yang cukup melimpah di tanah air, industri keramik nasional punya daya saing di pasar global bersama China, India, Brasil, Spanyol, dan Iran.

“Keempat langkah strategis itu tersedianya gas industri dengan harga kompetitif, inovasi, SDM kompeten dan pengembangan industri keramik dalam negeri," ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Doddy Rahadi dalam keterangan tertulisnya, Minggu (18/10/2020).

 

Selain itu, langkah lainnya, yakni pemerintah memproteksi pasar dalam negeri dari peningkatan PPh terhadap keramik impor sebesar 7,5 persen. Di samping, perlu pasokan bahan baku berkesinambungan bagi pertumbuhan industri keramik nasional.

“Untuk itu, pemerintah melalui regulasinya akan mengamankan pasokan bahan baku asal SDA Indonesia, sebagai salah satu keuntungan untuk mendukung daya saing industri keramik nasional. Seperti tanah liat (clay), feldspars, pasir silika, dolomite, batu kapur dan SDA berbasis bahan galian non logam lainnya," kata dia.

Doddy mengakui, walau perkembangan industri keramik cukup menggembirakan, namun masih ada kelemahan untuk dicarikan solusi. Di antaranya, yang sudah jadi isu nasional, ketergantungan pada bahan baku impor. Yang semestinya ini dapat disediakan di dalam negeri karena SDA-nya tersedia melimpah dan bahkan banyak yang diekspor.

"Kondisi seperti itu tidak hanya ada pada industri keramik tapi juga pada industri lainnya. Inilah yang jadi tantangan yang harus segera direspon oleh semua pemangku kepentingan," ungkap Doddy.


Di pihak lain, pinta Doddy, dengan keterbatasan yang ada sudah seharusnya juga industri dapat memanfaatkan hasil-hasil lembaga litbang di Indonesia. Sehingga tercapai bermacam inovasi yang berguna bagi masyarakat industri. Sementara itu, Kepala BBK Kemenperin, Gunawan menambahkan, indeks daya saing suatu negara salah satu unsurnya ditentukan oleh ketergantungan bahan baku impor, inovasi atau invensi teknologi. Yang mana, BBK sebagai lembaga litbang di bidang industri keramik punya misi kuat jadi stimulan dalam teknologi pengolahan bahan baku lokal dan teknologi pemprosesan keramik atau material terkait lainnya.

"Ini wujud nyata BBK dalam upaya meningkatkan kemandirian dan daya saing industri nasional," kata Gunawan.

 

Selengkapnya
Kunjungan Kepala BPPI ke Balai-Balai Besar di Bandung

oleh Rahayu Dwi Lestari (Sie Informasi-Balai Besar Keramik, 19 Maret 2020)

 

 

Kunjungan kerja Kepala BPPI Kementerian Peindustrian Dr. Ir. Taufik Bawazier, M.si ke Balai-Balai Besar (BBT, BBK, B4T, BBLM dan BBPK) di Bandung pada tanggal 18 Maret 2020 adalah untuk mencari produk masker buatan atau hasil penelitian balai besar, bersilaturahmi, dan mendengar laporan dari Ka Balai-Balai tentang rencana TA 2021 dan realisasi kinerja triwulan pertama TA 2020 agar jika ada hal-hal yang bersifat prioritas dengan skala nasional yang perlu dibantu akan ditindaklanjuti oleh BPPI ke pemerintah pusat. Kunjungan diawali dengan pertemuan bersama di Balai Besar Tekstil.

Menanggapi pencegahan dan penanggulangan COVID-19, Taufik Bawazier menyampaikan bahwa pemerintah sudah mengisu satgas COVID-19 sampai tanggal 29 Mei 2020, mempunyai langkah-langkah khusus yaitu dari sisi demand dilakukan stimulus fiskal, ASN dipekerjakan di rumah, beberapa hal sudah dilakukan yang sifatnya mengurangi resiko dari beredarnya COVID-19.

Sebenarnya BPPI Kemenperin mempunyai peran besar tetapi sayang kurang terangkat ke permukaan. Himbauannya kepada balai-balai besar adalah agar sebagai Kemenperin diharuskan dapat berpikiran secara suplay yaitu apa kemampuan yang kita miliki yang dapat diberikan kepada negara. Kemudian muncul edaran dalam konteks anggaran yaitu relokasi anggaran kearah COVID-19, mengatur ulang dampak dari setiap kegiatan yang dihasilkan, misalnya ada kemampuan untuk membuat masker, disinfektan, bahan baku atau bahan pokok untuk IKM, paling tidak menjaga agar masyarakat tetap ada power supply sebab jika kondisi negara dibiarkan dua minggu atau sampai dua bulan akan mengakibatkan perekonomian menjadi negatif. Hal ini menjadi fokus Menteri Perindustrian dan Menteri Perekonomian untuk penajaman dari kegiatan-kegiatan dan pengaturan ulang belanja modal. Belanja modal jika ada kontribusi yang kuat dapat terus dijalankan.

BPPI juga mempunyai langkah-langkah yaitu dari setiap kegiatan-kegiatan yang dilakukan difokuskan untuk dapat mengurangi dampak dari resiko kondisi pekembangan terakhir COVID-19. Misalnya yang sifatnya ke dalam adalah pelayanan kepada masyarakat yang pada dasarnya harus tetap dijalankan tetapi harus memperhatikan keamanan dari petugas layanan, maka masing-masing kepala balai dapat membuat metode, kebijakan dan diskresi tersendiri; melindung pegawai yang mengunakan kendaraan umum diberikan relaksasi, inventarisasi kemampuan masing-masing balai-balai dan mengatur ulang kegiatan-kegiatan yang ada tanpa ada pemotongan anggaran.

Sehubungan dengan adanya kebijakan dari pemerintah pusat bahwa masing-masing kementerian/lembaga tidak diperkenankan lagi untuk menggunakan nama satker dengan badan dan atau balai penelitian dan pengembangan, maka kemenperin akan kembali menginventarisasi dan pengaturan ulang.

Sementara ini perubahan nama Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) diusulkan oleh Kepala BPPI kepada Sekjen dan Menteri Perindustrian menjadi Badan Peningkatan Produktifitas Industri.

Taufik Bawazier juga mengimbau ke balai-balai bahwa untuk program kegiatan tahun anggaran 2021, jika ada kebutuhan terkait tenaga ahli dari luar negeri dan infrastruktur layanan silakan diusulkan, kegiatan riset pengembangan yang aplikatif ke industri dan berkoordinasi dengan lintas sektoral, kegiatan riset diarahkan untuk menggiatkan subsitusi import sebesar 25% dimana dapat dilakukan di bahan baku (input) atau proses atau produk jadi (output), meningkatkan utilitas, diversifikasi, menciptakan inovasi dan dapat meningkatkan daya saing industri.

Kepala Balai Besar Tekstil (BBT) Wibowo, mendapat kesempatan pertama untuk menyampaikan kinerjanya pada TA 2020 dan rencana program TA 2021. Yang menjadi permasalahan di BBT adalah besaran anggaran yang disetujui oleh pemerintah pusat untuk program kegiatan, dimana perlu diketahui bahwa BBT fokus pada kegiatan fungsional textile dan learning factory dengan mengembangkan serat alam yaitu serat rami anti bakteri sebagai subsitusi import di Indonesia. Yang perlu menjadi pertimbangan oleh BBT setelah mendapat arahan dari Ka BPPI dari program tersebut adalah supply and demand, HS yang dominan, nilai tambah bagi industri dalam negeri, impact ekonomi secara nasional jika bisa menjadi subsitusi impor, status keberlanjutan supply sumber daya alamnnya, kesiapan SNI yang termuktahir, infrastruktur dan SDM, link & match industrinya, mekanisme pembudayaan dan pengolahan serat rami ke masyarakat dan industri yang terkoneksi secara nasional, kolaborasi lintas sektoral dengan Kementerian Kehutanan, feasibility study serat rami untuk learning factory dan skala IKM.

Sedangkan dari Balai Besar Keramik (BBK) disampaikan oleh Kepala Balainya Gunawan antara lain :

  • Sesuai instruksi sudah dibuat kebijakan terkait WFH
  • Pengadaan peralatan lelang sedang dalam proses
  • Perbaikan gedung belum dapat dimulai berhubung dananya dari PNBP yaitu jasa layanan teknis
  • Riset sesuai PUI yaitu fokus pada pembuatan implant tulang dan gigi dari sintesis karbonat dan asam sulfat, bangunan murah tahan gempa, pengolahan bahan limbah dari PT. Inalum dapat digunakan diolah kembali untuk produksi refractory
  • Proses mencari mitra untuk hilirisasi ke industri terkait bahan-bahan baku keramik seperti silica, titanium oxide
  • Menyarankan agar publikasi dari peneliti bukan hanya fokus ke riset paper tapi sampai ke paten sebab sudah dekat di hilirisasi dengan industri

Adapun arahan dari Ka BPPI terkait hal-hal tersebut di atas bahwa untuk kegiatan penelitian hampir sama dengan yang diberikan kepada BBT yaitu tujuan riset adalah untuk meningkatkan daya saing industri dan pertumbuhan ekonomi nasional, oleh sebab itu kriteria-kriteria yang dibutuhkan harus dipenuhi dengan tambahan memperhatikan national pricing dan minimasi ketergantungan.

 

Selengkapnya
Pentingkah ceramic biomaterial dalam kehidupan kita?

Pentingkah ceramic biomaterial dalam kehidupan kita?

Saat ini rekayasan biokeramik menjadi tren masa depan. Mengapa menjadi tren di masa depan? Biomaterial memainkan peranan penting dalam banyak aspek di dunia kesehatan. Mereka memainkan peran yang penting dalam pengembangan, mulai dari alat-alat kesehatan, prostheses, pendistribusi obat (drug delivery system), teknik diagnostik., perbaikan jaringan (tissue) dan replacement technology. Karena memiliki potensi yang besar dalam peningkatan kualitas hidup, biomaterial menjadi tren dan fokus utama pada bidang riset / penelitian di masa depan.

 

Biomaterial secara umum dapat diartikan sebagai material yang ditanam di dalam tubuh manusia untuk pengganti jaringan atau organ tubuh yang terserang penyakit ataupun yang rusak atau cacat.

Salah satu jenis biomaterial adalah Biomaterial keramik (bioceramic). Keramik yang digunakan sebagai biomaterial untuk mengisi cacat pada gigi atau tulang, untuk melengkapi grafit tulang, patahan, atau prostheses pada tulang dan untuk menggantikan jaringan yang rusak disebut biokeramik. Biokeramik harus memiliki sifat biokompatibilitas yang tinggi dan antithrombogenic, harus tidak beracun, tidak beralergi, tidak memiliki sifat karsinogen atau tetratogen dan tahan lama. Oleh karena itu, penelitian yang sedang berlangsung melibatkan kimia, komposisi, dan mikro dan struktur nano dari bahan untuk meningkatkan biokompatibilitasnya. Namun material keramik juga memiliki kekurangan, yaitu sangat rapuh, kekuatan rendah/tidak kuat ditekan dan tidak kenyal.

 

Klasifikasi biokeramik terbagi 3, yaitu:

1.  Bioaktif keramik

Bioaktif keramik memiliki stabilitas kimia yang tinggi dalam tubuh dan ketika diimplan pada tulang yang hidup dapat berinkorporasi pada jaringan tulang mengikuti pola dari kontak osteogenesis.  Dengan kata lain, bioaktif keramik memiliki sifat osteoconduction dan kapabilitas untuk berikatan kimia dengan jaringan tulang yang hidup. Kekuatan mekanis dari bioaktif keramik umumnya lebih rendah dibandingkan bioinert keramik. Contoh materialnya adalah hidroksi apatite, bio–glass, A-W glass. Contoh aplikasinya untuk pelapisan pada metal bone implants dan sebagai fillers pada dental implants.

 

2.  Bioinert keramik

Bioinert keramik seperti namanya menghasilkan minimal respon pada tubuh. Bioinert keramik tidak menyebabkan perubahan baik dari segi kimia maupun fisik dalam tubuh. Sel membetuk kapsul serabut yang tidak menempel pada sekitar implan. Implan ini memiliki kekuatan kompresi yang tinggi, ketahanan aus yang tinggi dan bioinertness. Contoh materialnya adalah Alumina (Al2O3), Zirconia (ZrO2) dan pyrolytic carbon. Contoh aplikasinya femoral head in hip replacements dan dental implants.

 

3.  Bioresorable keramik

Bioresorable keramik dapat diserap dalam tubuh dan tergantikan oleh tulang pada jaringan tulang. Pola dari inkorporasinya pada jaringan tulang sama dengan kontak osteogenesis walaupun antarmuka antara bioresorable keramik dengan tulang tidak stabil. Contoh materialnya adalah β-tricalsium fosfat, hidroksi apatite, karbonat, kalsium karbonat. Contoh aplikasinya untuk perbaikan tulang.

 

Manfaat biokeramik dalam dunia kesehatan sangatlah besar. Oleh karena itu, penelitian di bidang biokeramik perlu dilanjutkan agar dapat diaplikasikan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. (EN)

 

Selengkapnya
17 Pejabat Tinggi Kemenperin Dilantik, Ini Daftar Namanya

Sumber : Tempo.co

Menteri Perindustrian atau Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita melantik 17 pejabat pimpinan tinggi pratama dan pejabat fungsional ahli utama di lingkungan Kementerian Perindustrian atau Kemenperin. Dalam kesempatan tersebut, dilantik 15 pejabat setingkat Eselon II serta dua pejabat Fungsional Ahli Utama untuk meningkatkan kinerja jajaran Kementerian Perindustrian. “Hal ini menyikapi arahan Presiden dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional, sehingga Kemenperin perlu mengambil langkah-langkah konkret, termasuk dalam percepatan pelaksanaan anggaran,” ujar Agus di Jakarta, Jumat 21 Januari 2022.

 

Menperin melakukan penyusunan kembali jajarannya dalam rangka percepatan pelaksanaan kegiatan dan peningkatan produktivitas kinerja di tahun 2022. Dalam kesempatan tersebut, Menperin mengapresiasi kinerja jajaran Kemenperin yang dibuktikan dengan beberapa capaian prestasi, di antaranya Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas audit laporan keuangan dari BPK sebanyak 13 kali berturut-turut sejak tahun 2008, 13 kali meraih Penghargaan Standar Tertinggi Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga, dan Juara I BMN Award dari Kementerian Keuangan. Selanjutnya, peringkat utama kategori Kemitraan Tingkat Pusat pada Anugerah KPPU Award 2021 dan predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) serta Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dalam penganugerahan Zona Integritas 2021. Selain itu, Kemenperin berhasil merealisasikan anggaran tahun 2021 dengan capaian 97,45 persen. “Karenanya, jajaran Kemenperin, termasuk para pejabat yang hari ini dilantik, dituntut untuk dapat mempertahankan serta meningkatkan efektivitas kinerjanya dalam rangka membangun sektor industri manufaktur yang berdaulat, mandiri, berdaya saing, dan inklusif,” tegas Menperin.

 

Sektor industri manufaktur dipandang sebagai pendorong utama bagi Indonesia untuk keluar dari resesi yang merupakan dampak pandemi. Hal ini dapat dilihat dari beberapa indikator, antara lain investasi, ekspor, impor, kontribusi pajak, kontribusi terhadap PDB, tingkat pertumbuhan, Purchasing Manager’s Index (PMI), dan ketenagakerjaan. Untuk itu, di tahun 2022, diperlukan upaya yang lebih maksimal dalam memperkuat peran sektor ini. Langkah utama yang perlu dilakukan adalah melaksanakan program-program prioritas dan unggulan di tahun 2022, serta menjawab tantangan-tantangan yang dihadapi sektor industri. Sebelumnya, Menperin memaparkan tantangan-tantangan bagi industri manufaktur di Indonesia, antara lain kesulitan bagi IKM untuk bermitra dengan industri besar dan masuk dalam Global Value Chain, belum dimanfaatkannya instrumen fiskal secara optimal untuk meningkatkan daya saing industri, dan masih enggannya pelaku pelaku industri untuk masuk ke Kawasan Industri Halal. Selain itu, kesiapan Kawasan Industri Halal, disrupsi dalam supply chain, serta perlu upaya mitigasi pada sektor industri terhadap risiko belum berakhirnya pandemi Covid-19. “Di sini, peran jajaran Kemenperin sangat dibutuhkan dalam menjawab tantangan dan mencapai target-target sektor manufaktur di tahun 2022 yang telah ditetapkan,” kata Agus. Target-target tersebut meliputi pertumbuhan industri manufaktur 4,5-5 persen, nilai ekspor industri manufaktur pada kisaran 175-180 miliar dolar AS, investasi Rp300-310 triliun, serta penyerapan tenaga kerja sebesar 20,84 juta TK di tahun 2022.

 

Adapun para pejabat yang dilantik adalah Feby Setyo Hariyono sebagai Kepala Biro Perencanaan, Ikana Yossye Ardianingsih sebagai Kepala Biro Hukum Wulan Aprilianti Permatasari sebagai Kepala Pusat Data dan Informasi, Wawas Swathatafrijiah sebagai Sekretaris Inspektorat Jenderal, R Janu Suryanto sebagai Inspektur II, serta Sri Hastuti Nawaningsih sebagai Inspektur IV. Kemudian, Abdulah sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil, Saiful Bahri sebagai Direktur Industri Kimia Hilir dan Farmasi, Wiwik Pudjiastuti sebagai Direktur Industri Semen, Keramik, dan Pengolahan Bahan Galian Non Logam, serta Emil Satria sebagai Direktur Industri Makanan, Hasil Laut, dan Perikanan. Selanjutnya, M Arifin sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika, Liliek Widodo sebagai Direktur Industri Logam, dan Ni Nyoman Ambareny sebagai Direktur Industri Aneka dan IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan. Kemudian E Ratna Utarianingrum sebagai Sekretaris Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri, serta Muhammad Taufiq sebagai Kepala Balai Besar Kimia dan Kemasan. Adapun Sony Sulaksono dan Budi Susanto dilantik sebagai Pejabat Fungsional Asesor Manajemen Mutu Industri Ahli Utama.

 

Selengkapnya
Kemenperin: 145 Peserta Ikuti Indonesia Halal Industry Award 2021

Sumber : KementerianPerindustrian (16/12/2021)

 

Kementerian Perindustrian memberikan apresiasi kepada para pelaku industri di tanah air yang telah berperan aktif dalam upaya pengembangan produk halal. Kegiatan ini diwujudkan melalui pelaksanaanIndonesia Halal Industry Award (IHYA) 2021.

“Dalam rangkaian IHYA 2021, telah dilaksanakan proses sosialisasi hingga terkumpul sebanyak 145 peserta dari berbagai sektor industri. Jumlah tersebut menunjukkan antusiasme dan kesadaran para pelaku industri kita akan peluang pengembangan produk halal,” kata Sekretaris Jenderal Kemenperin, Dody Widodo di Jakarta, Kamis (16/12).

Acara Penganugerahan IHYA 2021 akan dilangsungkan pada 17 Desember 2021. Proses penjurian telah selesai dilakukan, dengan melibatkan dari kalangan pembina sektor, kementerian dan lembaga terkait, akademisi, serta organisasi masyarakat.

“Dalam acara puncak tersebut, rencananya Bapak Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin bersama Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita akan menganugerahkan sebanyak 14 penghargaan dari tujuh kategori dalam ajang IHYA,” papar Dody.

Ketujuh kategori tersebut, yakni pertama, Best Halal Innovation yang diberikan kepada berbagai pihak yang melakukan inovasi di bidang halal, baik secara individu, kelompok, lembaga, maupun perusahaan industri. Kedua, Best Social Impact Initiative yang diberikan kepada kelompok dan perusahaan yang berperan besar dalam pengembangan Industri Halal, baik pada zona lokal, daerah, maupun nasional dengan mengalokasikan secara khusus penggunaan dana Corporate Social Responsibility (CSR).

Ketiga, Best Halal Supply Chain, diberikan kepada perusahaan industri yang secara konsisten mampu memastikan bahan baku dan bahan penolong yang digunakan berasal dari sumber-sumber yang halal, thoyyib, dan mampu tertelusur. Keempat, penghargaan kategori Best Small Enterprise yang diberikan kepada perusahaan industri kategori kecil yang secara konsisten menjalankan prinsip-prinsip Halal dalam menjalankan produksinya.

Kelima, Best Halal Industrial Estate yang diberikan kepada perusahaan Kawasan Industri yang menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan Kawasan Industri Halal. Keenam, Best Export Expansion yang diberikan kepada perusahaan industri yang menunjukkan kinerja ekspor produk halal yang luar biasa. Ketujuh, Best Halal Financial Support yang diberikan kepada lembaga atau institusi keuangan yang memberikan dukungan terhadap tumbuhnya industri halal nasional.

 

Sekjen Kemenperin optimistis,ajang IHYA 2021 bisa menjadi contoh dan inspirasi bagi para pelaku industri dalam pengembangan produk halal. “Selain itu, akan menciptakan wirausaha dan inovasi baru di dalam pengembangan industri halal. Hal ini tentu sangat penting dalam mendorong Indonesia menjadi pemain halal tingkat global,” tuturnya.

Kategori-kategori yang ada dalam Indonesia Halal Industry Awards 2021 sendiri merupakan gambaran dari strategi untuk mendukung visi ekonomi Syariah nasional yaitu menjadikan “Indonesia yang mandiri, makmur dan madani dengan menjadi pusat ekonomi syariah terkemuka dunia”, sebagaimana termaktub di Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019-2024.

“Adapun empat strategi utama yang menjadi acuan para pemangku kepentingan yaitu penguatan rantai nilai halal, penguatan keuangan Syariah, penguatan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), dan penguatan ekonomi digital,” papar Kepala Pusat Pemberdayaan Industri Halal (PPIH) Kemenperin, Junaidi Marki.

 

Selengkapnya
Serah Terima Mesin Uji Material Rockwool

Salah satu upaya untuk peningkatan kualitas produk dalam negeri diantaranya adalah dengan cara peningkatan fasilitas pengujian produk yaitu dengan penambahan peralatan uji. Bertempat di Balai Besar Keramik pada hari Kamis, 30 September 2021 telah dilakukan serah terima Peralatan uji untuk material Rockwool. Acara ini berlangsung secara online dan offline. Dalam kegiatan ini dihadiri oleh beberapa pejabat dari BSKJI dan perwakilan dari PT. Nichias Rockwool Indonesia diantaranya Bapak Muhammad Khayam (Dirjen IKFT), Bapak Doddy Rahadi (Kepala BSKJI), Mr. Kobayashi (Presdir PT. Nichias Rockwool Indonesia), Bapak Ivan Kuntara (Managing Director PT. Nichias Rockwool Indonesia), Bapak Enuh Rosdeni (Kepala PPPPSI), Bapak Adie Rochmanto Pandiangan (Direktur ISKPBGNL)

Pada kegiatan ini Dirjen IKFT, Bapak Khayam menyampaikan bahwa ini merupakan kerjasama dan kolaborasi yang baik antara perusahaan dan Pemerintah dalam material Rockwool, mengingat bahan baku yang digunakan hampir 100% merupakan bahan baku dalam negeri. Hal ini sejalan dengan program pemerintah yang terus menambah kadar tingkat komponen dalam negeri terutama untuk proyek proyek di dalam negeri. Setelah selesainya Undang – Undang Cipta Kerja maka Kemenperin harus mampu meningkatkan investasi, namun di sisi lain produk hasil peningkatan juga harus bisa diserap di dalam negeri. Untuk itu kemenperin harus terus mengawal bagaimana penyerapan pasar tersebut dapat terwujud, salah satunya dengan melalui konsep TKDN.

Bapak Ivan Kuntara menyampaikan juga bahwa PT. Nichias berkomitmen untuk bersama-sama memajukan industri dalam negeri. Salah satu filosofi PT. Nichias adalah bagaimana bisa menyatu dengan kondisi lokal (Indonesia) dan turut berkontribusi dimana Nichias berada. Rangkaian mesin peralatan tes “hot insulation” sudah diterima secara resmi oleh Balai Besar Keramik. Diharapkan melalui kontribusi ini dapat turut serta mendukung kemajuan industri di Indonesia. Ketersediaan peralatan ini menurut Bapak Enuh Rosdeni sebagai Kepala P4SI , nantinya dapat mendukung implementasi SNI 8421:2017 yaitu untuk produk bahan isolasi panas, penyerap suara dan tahan api dari mineral wool

 

Selengkapnya
Showing 111 to 2 of 123 entries