Berita

Kemenperin Ungkap Rahasia Industri Keramik Bisa Tumbuh Signifikan

Balai Besar Keramik
27 Jan 2022 16:57:42

Penulis : Administrator

Rabu, 5 Juni 2024 22:46 WIB

Sumber : Tribun Jabar

 

BANDUNG BARAT - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat kinerja subsektor industri barang galian nonlogam (BGNL) yang membawahi industri keramik dan mineral nonlogam di Indonesia mengalami peningkatan.

 

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kementerian Perindustrian, Andi Rizaldi, mengatakan, industri tersebut mampu tumbuh signifikan pada triwulan IV tahun 2023 sebesar 9,17 persen.

 

"Naik jika dibandingkan triwulan I 2023 yang mengalami kontraksi -2,1 persen. Sektor industri BGNL mampu berkontribusi 2,81 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas," ujar Andi saat ditemui di Kota Baru Parahyangan, Bandung Barat, Rabu (5/6/2024).

 

Menurutnya, standardisasi menjadi instrumen yang penting dalam meningkatkan daya saing industri nasional.

 

Tidak hanya berguna meningkatkan kualitas dan efisiensi produksi, penerapan standardisasi juga diyakini dapat memperkuat posisi industri dalam negeri di pasar global.

 

"Salah satunya kami mengakselerasi penerapan standardisasi di industri keramik dan mineral non logam untuk meningkatkan produktivitas dan daya saingnya," kata Andi.

 

Sementara untuk menggenjot performa industri manufaktur nasional, termasuk sektor industri keramik, Kemenperin telah menyiapkan sejumlah strategi.

 

Strategi itu di antaranya penerapan standardisasi, yang tidak hanya terkait dengan pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI), tetapi juga melingkupi standar industri hijau dan standar spesifikasi teknologi industri.

 

"Bahkan, kami juga berperan dalam implementasi standar halal melalui Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) yang dimiliki beberapa unit pelaksana teknis (UPT) di lingkungan BSKJI Kemenperin," ucapnya.

 

Menurut Andi, ada tiga peran penting dalam penerapan standardisasi untuk sektor industri. Pertama, sebagai instrumen meningkatkan kualitas produk dengan standardisasi.

 

Andi mengatakan, standarisasi itu bisa dapat membantu menetapkan parameter kualitas yang konsisten untuk produk keramik dan mineral non logam, sehingga produk tersebut memenuhi standar yang tinggi dan dapat bersaing di pasar global.

 

Untuk yang kedua, sebagai upaya peningkatan efisiensi produksi termasuk inovasi teknologi dan standarisasi yang bisa mendorong inovasi dalam teknologi produksi serta material, karena standar yang berkembang memerlukan peningkatan terus menerus dalam teknologi untuk memenuhi persyaratan yang lebih ketat.

 

"Peran ketiga adalah sebagai non tarif barrier yang menjamin bahwa barang-barang yang berasal dari negara lain telah memenuhi persyaratan keamanan, keselamatan dan kesehatan lingkungan hidup," kata Andi.

 

Dengan demikian, kata dia, penerapan standardisasi di bidang industri keramik dan mineral berujung pada peningkatan daya saing nasional secara keseluruhan.