Kiri
ke kanan : Roy Wibisono (CEO Naruna
Ceramic), Azhar Fitri (Kepala BBSPJIKMN), Eneng, Karlina, Rizki
Penulis
: Humas BBSPJIKMN
Administrator
: Prakom BBSPJIKMN
Kementerian Perindustrian
(Kemenperin) terus berupaya untuk memajukan kemampuan Industri Kecil dan
Menengah (IKM) agar dapat bersaing di pasar global. Salah satu upaya yang
dilakukan adalah dengan memberikan program Dana
Kemitraan Peningkatan Teknologi Industri (DAPATI) yang dimulai sejak tahun 2013. Program tahunan ini dikembangkan oleh Kementerian Perindustrian
melalui Pusat Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Industri dan Kebijakan Jasa
Industri (POPTIKJI) yang berada di Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa
Industri (BSJKI).
Adapun tujuannya dan
manfaat program DAPATI bagi IKM adalah: 1) Untuk meningkatkan produktivitas,
efisiensi, mutu produk, dan atau desain produk yang dapat meningkatkan daya
saing; 2) Mendapatkan bantuan tenaga ahli/konsultan teknologi industri untuk
menyelesaikan masalah dan memenuhi kebutuhan IKM; 3) Meningkatkan pengetahuan
dan wawasan di bidang teknis produksi, mesin peralatan, lingkungan dan
manajemen untuk pengembangan teknologi industri.
Program DAPATI
diperuntukkan bagi industri kecil dan menengah yang memiliki legalitas berusaha
di sektor industri, dan mampu membiayai cost sharing minimal sebesar 25% dari
biaya konsultansi. Bentuk bantuan dalam
program DAPATI ini adalah bantuan sebagian pendanaan yang diperlukan untuk
pelayanan jasa konsultansi teknologi dan pendampingan tenaga ahli dari Balai
Besar dan Balai Standardisasi dan
Pelayanan Jasa Industri di lingkungan BSKJI.
Ruang lingkup jasa
konsultansi teknologi industri yang dapat diberikan oleh Balai melalui program
DAPATI ini meliputi :
-
Perbaikan teknologi proses produksi dalam rangka peningkatan produktifitas dan
efisiensi;
-
Perbaikan lay-out mesin/peralatan produksi dalam rangka peningkatan efisiensi
produksi;
-
Pengembangan produk baru, perbaikan mutu produk dan kendala sesuai dengan
standar yang ditetapkan:
-
Penerapan dan perbaikan teknologi pencegahan, pencemaran dan teknologi daur
ulang:
-
Penerapan dan perbaikan sistem pengendali mutu.
Tentunya
kebutuhan konsultansi teknologi industri tiap IKM akan berbeda disesuaikan
dengan permasalahan dan kebutuhan prioritas yang diperlukan.
Para peserta penerima penghargaan DAPATI 2023 dalam acara Penghargaan dan Workshop DAPATI 2023 yang diselenggarakan oleh Kementerian Perindustrian melalui Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI)
Balai
Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Keramik dan Mineral Nonlogam
(BBSPJIKMN) turut serta berperan dalam program DAPATI setiap tahun untuk IKM
binaannya. Pada
tahun 2022, BBSPJIKMN menjalankan program DAPATI untuk IKM, yaitu PT. Gyan
Kreatif Indonesia atau yang lebih dikenal dengan Naruna Ceramic. Sebuah
produsen keramik tableware dengan bahan stoneware yang berada di Salatiga, Jawa
Tengah. Naruna Ceramic ini sudah memiliki pasar nasional dan merambah ke luar
negeri. Namun, Naruna Ceramic memiliki kendala pada proses pengolahan bahan
baku clay yang mengakibatkan terhambatnya proses produksi.
Proses pengolahan clay di IKM Naruna Ceramic masih menggunakan cara konvensional. Tahapan pembuatan keramik diawali dengan proses pencampuran clay menggunakan air dengan perbandingan tertentu. Tahap selanjutnya yaitu proses penyaringan untuk menghilangkan kadar air pada clay, salah satu caranya dengan penyaringan menggunakan kain dilanjut dengan pemeraman yang memakan waktu lama sekitar 3 - 4 minggu tergantung cuaca. Pemeraman clay pada pengolahan bahan baku yang dilakukan di Naruna Ceramic masih masih menggunakan cara konvensional dengan menggunakan kain sehingga memakan waktu selama 3–4 minggu. Lamanya waktu pemeraman ini menyebabkan IKM tidak dapat memenuhi permintaan pasar dengan cepat. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dilakukan kegiatan pendampingan melalui perbaikan proses pengolahan bahan baku clay dengan menggunakan desain alat filter press yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi. Kegiatan pemasangan instalasi alat filter press dan pelatihan dilakukan pada bulan Oktober 2022.
CEO Naruna Roy Wibisono penerima penghargaan DAPATI
2023
BBSPJIKMN melakukan pendampingan selama 6
bulan. Diawali dengan melakukan identifikasi masalah dengan metode survey dan
wawancara. Survey yang dilakukan mencakup observasi proses produksi di Naruna
Ceramic. Wawancara dan juga diskusi dilakukan untuk mendapatkan penjelasan yang
lebih komprehensif mengenai kendala yang dialami oleh Naruna Ceramic.
Dari hasil kegiatan pendampingan desain alat filter
press ini diperoleh efisiensi waktu proses pengolahan bahan baku dari 3
minggu menjadi 1 minggu. Peningkatan kapasitas produksi meningkat 200% serta
peningkatan omset sebesar 200%. Pendapatan yang diperoleh IKM pun meningkat
menjadi 200% seiring dengan peningkatan kapasitas produksi.
Atas keberhasilan ini, IKM binaan
BBSPJIKMN yaitu Naruna Ceramic mendapatkan penghargaan DAPATI Tahun 2023 sebagai IKM dengan kinerja terbaik dalam
pelaksanaan DAPATI 2022 melalui konsultansi berupa perancangan filter press untuk meningkatkan
tingkat keefisienan proses produksi.
BBSPJIKMN senantiasa terbuka untuk membantu meningkan kinerja IKM
melalui program DAPATI yang diselenggarakan oleh BSKJI Kemenperin, dan sebagai
bentuk turut serta mencintai, bangga terhadap produk buatan dalam negeri hasil
IKM Indonesia.
Hydroxyapatite (HA) yang berbahan dasar batu kapur Padalarang telah berhasil disintesis oleh BBSPJIKMN. HA memiliki beberapa produk turunan seperti Carbonate Hydroxyapatite (CHA), Beta Tricalcium Phosphate (B-TCP), Dicalcium Phosphate Dihydrate (DCPD), dan Dicalcium Phosphate Anhydrate (DCPA). Melalui kerjasama antara FKG Universitas Airlangga dan BBSPJIKMN, material CHA dimanfaatkan sebagai material penyusun implan tulang. Pada tanggal 21 September 2023, Prof. Dr. Devi Rianti, drg., M.Kes dikukuhkan sebagai salah satu Guru Besar bidang ilmu Biomaterial Natural Mineral Alam di Universitas Airlangga Surabaya dengan orasinya yang berjudul Potensi Biomaterial Berbasis Batu Kapur untuk Rekayasa Jaringan Tulang di Bidang Kedokteran Gigi. Prof. Devi memanfaatkan CHA sebagai material penyusun bone graft.
CHA terdiri dari kalsium fosfat yang merupakan komponen utama dari tulang dan gigi manusia. CHA memiliki struktur kristal yang mirip dengan tulang dan gigi, sehingga sering digunakan sebagai biomaterial dalam aplikasi kedokteran.
Pada bidang kedokteran gigi, CHA sering digunakan untuk membuat implan gigi atau bahan pengisi gigi karena kemampuannya untuk menyatu dengan jaringan tulang alami. Selain itu, CHA juga dapat digunakan dalam bidang ortopedi untuk memperbaiki kerusakan tulang atau sebagai lapisan pada permukaan implant untuk meningkatkan integrasi dengan jaringan tulang.
Keunggulan CHA sebagai biomaterial termasuk biokompatibilitasnya yang tinggi, kemampuan mengikat protein dan faktor pertumbuhan yang penting bagi regenerasi jaringan, serta stabilitas kimia dan mekanikanya. Selain itu, CHA juga memiliki sifat osteoinduktif yang dapat merangsang pertumbuhan sel-sel tulang baru.
Penggunaan CHA sebagai biomaterial natural mineral alam memiliki potensi besar dalam berbagai aplikasi medis. Namun, perlu dilakukan lebih banyak penelitian untuk memahami secara lebih mendalam tentang interaksi antara CHA dengan jaringan tubuh serta mengoptimalkan sifat-sifatnya agar dapat diaplikasikan secara efektif dalam pengobatan berbagai kondisi medis.|
Melalui pengembangan material HA dan produk turunannya ini, BBSPJIKMN pernah mendapatkan penghargaan Best Halal Innovation di acara IHYA 2021 dengan fokus penemuan bone ash berbasis bahan baku kapur alam untuk aplikasi pada industri keramik dan industri medis (implant tulang dan gigi), yang berpotensi menggantikan bone ash dari babi yang sekarang banyak digunakan.
Hasil pemanfaatan kapur alam menjadi salah satu biomaterial ini merupakan kontribusi BBSPJIKMN dalam bidang kesehatan.
Selain itu, dengan adanya acara pengukuhan guru besar Universitas Airlangga ini, semoga menjadi penyemangat dan motivasi bagi teman-teman Pembina Industri, untuk semakin semangat berkarya dan berkolaborasi bagi satker tercinta dalam mengoptimalisasikan pemanfaatan teknologi untuk industri dan dunia pendidikan.
Ditulis oleh : Humas BBSPJIKMN
Sumber : TRIBUNNEWS.COM
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa
Industri Keramik dan Mineral Nonlogam Kementerian Perindustrian menggelar acara
Peringatan 100 Tahun Balai Besar Standarisasi dan Pelayanan Jasa Industri
Keramik dan Mineral Nonlogam, Kamis (20/10/2022).
Selama bertahun-tahun, industri keramik dalam negeri terus menunjukkan
progres positif. Di tahun ini, industri keramik sebagai subsektor dari industri
bahan galian nonlogam tumbuh 1,35 persen dengan kontribusi 0,47 persen (y-o-y)
pada triwulan I tahun 2022.
Capaian tersebut menempatkan industri bahan galian nonlogam sebagai
peringkat kedua dalam kontribusi perkembangan investasi di sektor industri
kimia, farmasi dan tekstil (IKFT) sebesar 2,69 persen.
Insentif Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) bagi industri sebesar 6 dolar
AS per-MMBTU menjadi kebijakan yang dapat meningkatkan efisiensi pada biaya
operasional di industri keramik, sehingga capaian utilitas kinerja industri
ubin keramik tahun 2021 mencapai 72 persen atau tertinggi dalam lima tahun
terakhir.
"Pada semester I tahun 2022, sektor industri keramik telah
mencatatkan investasi dengan total Rp 17,7 triliun. Penambahan investasi ini
diharapkan akan semakin memperkuat aliran rantai pasok industri keramik
nasional yang juga sejalan dengan program subtitusi impor guna mengoptimalkan
sumber daya produksi dalam negeri," tutur Menteri Perindustrian Agus
Gumiwang Kartasasmita dalam sambutannya secara virtual pada acara Temu Usaha
Industri dan Puncak Memperingati 100 Tahun Balai Besar Standardisasi dan
Pelayanan Jasa Industri Keramik dan Mineral Nonlogam, Kamis (20/10/2022).
Di samping itu, adanya strategi pemulihan ekonomi nasional turut
berdampak positif pada kinerja ekspor industri keramik pada kuartal I tahun
2022.
Ekspor produk keramik nasional tumbuh sebesar 12 persen dengan total
volume 3,9 juta meter persegi, yang didukung oleh peningkatan penjualan ke
negara Filipina, Malaysia dan Thailand.
Kinerja gemilang dari capaian ekspor tersebut, juga diikuti dengan penurunan
volume impor sebesar 21 persen (year on year) dari 18,5 juta meter persegi
menjadi 14,4 juta meter persegi, yang berdampak pada kenaikan utilitas pada
kuartal I-2022 berada di level 83 persen.
"Prestasi kinerja industri keramik nasional ini tentunya didukung
dengan keberadaan Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Keramik
dan Mineral Nonlogam (BBSPJI Keramik dan Mineral Nonlogam) yang
menyelenggarakan layanan jasa seperti pengujian, sertifikasi, standardisasi,
bimbingan teknis dan jasa teknis lainnya, yang dapat memastikan kualitas produk
keramik secara akurat dan terpercaya," jelas Menperin.
Dari awal pendiriannya pada tahun 1922 pada masa
Pemerintahan Kolonial Belanda, dengan nama "Het Keramische
Laboratorium", BBSPJI Keramik dan Mineral Nonlogam terus berupaya
memberikan kontribusi terbaik bagi industri keramik nasional.
"Dalam perjalanan pengabdiannya, balai besar ini juga
melayani jasa standardisasi hingga sertifikasi, pendampingan pengembangan usaha
industri meliputi industri kaca (baik untuk bangunan, otomotif, hingga alat
kesehatan), industri refraktori, serta mineral nonlogam lainnya,"
imbuhnya.
Menperin berharap momentum 100 tahun ini hendaknya menjadi
tonggak bagi BBSPJI Keramik dan Mineral Nonlogam dalam memberikan pelayanan
prima, serta bersinergi memajukan industri keramik dan turunannya, sehingga
industri keramik nasional dapat berjaya di negeri sendiri, berdaya saing di
pasar global dan menciptakan inovasi yang berkelanjutan.
Sumber : Agrofarm
Agrofarm.co.id-Tahun 2022 menjadi momentum
kebangkitan sektor industri pengolahan nonmigas, termasuk di dalamnya adalah
industri keramik. Hal ini tercermin dari kinerja positif industri keramik
sebagai subsektor dari industri bahan galian nonlogam, yang tumbuh 1,35% dengan
kontribusi 0,47% (y-o-y) pada triwulan I tahun 2022. Capaian tersebut menempatkan
industri bahan galian nonlogam sebagai peringkat kedua dalam kontribusi
perkembangan investasi di sektor industri kimia, farmasi dan tekstil (IKFT)
sebesar 2,69%
Pada semester I tahun 2022, sektor industri keramik
telah mencatatkan investasi dengan total Rp17,7 triliun. Penambahan investasi
ini diharapkan akan semakin memperkuat aliran rantai pasok industri keramik
nasional yang juga sejalan dengan program subtitusi impor guna mengoptimalkan
sumber daya produksi dalam negeri, kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang
Kartasasmita dalam sambutannya secara virtual pada acara Temu Usaha Industri
dan Puncak Memperingati 100 Tahun Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa
Industri Keramik dan Mineral Nonlogam, Kamis (20/10/2022).
Menperin mengemukakan, insentif Harga Gas Bumi
Tertentu (HGBT) bagi industri sebesar USD6 per MMBTU menjadi salah satu
kebijakan yang dapat meningkatkan efisiensi pada biaya operasional di industri
keramik. Sehingga capaian utilitas kinerja industri ubin keramik tahun 2021
mencapai 72%, atau tertinggi dalam lima tahun terakhir, ungkapnya.
Di samping itu, adanya strategi pemulihan ekonomi
nasional turut berdampak positif pada kinerja ekspor industri keramik pada
kuartal I tahun 2022. Ekspor produk keramik nasional tumbuh sebesar 12% dengan
total volume 3,9 juta meter persegi, yang didukung oleh peningkatan penjualan
ke negara Filipina, Malaysia, dan Thailand.
Kinerja gemilang dari capaian ekspor tersebut, juga
diikuti dengan penurunan volume impor sebesar 21% (year on year) dari 18,5 juta
meter persegi menjadi 14,4 juta meter persegi, yang berdampak pada kenaikan
utilitas pada kuartal I-2022 berada di level 83%.
Prestasi kinerja industri keramik nasional ini
tentunya didukung dengan keberadaan Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan
Jasa Industri Keramik dan Mineral Nonlogam (BBSPJI Keramik dan Mineral
Nonlogam) yang menyelenggarakan layanan jasa seperti pengujian, sertifikasi,
standardisasi, bimbingan teknis dan jasa teknis lainnya, yang dapat memastikan
kualitas produk keramik secara akurat dan terpercaya, papar Menperin.
Dari awal pendiriannya pada tahun 1922 pada masa
Pemerintahan Kolonial Belanda, dengan nama “Het Keramische Laboratoriumâ€, BBSPJI
Keramik dan Mineral Nonlogam terus berupaya memberikan kontribusi terbaik bagi
industri keramik nasional.
Dalam perjalanan pengabdiannya, balai besar ini juga
melayani jasa standardisasi hingga sertifikasi, pendampingan pengembangan usaha
industri meliputi industri kaca (baik untuk bangunan, otomotif, hingga alat
kesehatan), industri refraktori, serta mineral nonlogam lainnya, imbuhnya.
Momentum 100 tahun ini hendaknya menjadi tonggak bagi
BBSPJI Keramik dan Mineral Nonlogam dalam memberikan pelayanan prima serta
bersinergi memajukan industri keramik dan turunannya, sehingga industri keramik
nasional dapat berjaya di negeri sendiri, berdaya saing di pasar global dan
menciptakan inovasi yang berkelanjutan.
Menunjang daya saing
Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Standardisasi
dan Pelayanan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, Doddy Rahadi menyampaikan bahwa
pihaknya terus fokus pada upaya menunjang daya saing industri melalui
infrastruktur standardisasi industri serta pemanfaatan sumber daya industri
melalui pemanfaatan teknologi.
Upayanya adalah dengan meluncurkan serangkaian
kebijakan yang meliputi optimalisasi pemanfaatan teknologi industri
berorientasi substitusi impor, penumbuhan circular economy, serta peningkatan
daya saing melalui penguatan standardisasi industri dan implementasi industri
4.0, jelasnya.
Guna mendukung peningkatan daya saing industri,
BBSPJI Keramik dan Mineral Nonlogam hadir sebagai penyedia layanan jasa
sertifikasi, pengujian, kalibrasi, pelatihan, konsultansi dan optimalisasi
teknologi industri. BBSPJI Keramik dan Mineral Nonlogam serta balai-balai di
lingkungan Kemenperin juga hadir sebagai problem solver, serta senantiasa
melakukan pendampingan bagi pelaku industri nasional, tandasnya.
Kepala BBSPJI Keramik dan Mineral Nonlogam, Azhar
Fitri menyampaikan, pihaknya selalu siap bertransformasi dan beradaptasi sesuai
dengan perkembangan dan kebutuhan pelaku industri. Seiring pertumbuhan
industri, membuat kami semakin mengoptimalkan berbagai pelayanan jasa industri
yang inovatif, ujarnya.
Kegiatan temu usaha industri ini diikuti sebanyak 200
pelaku industri keramik dan mineral nonlogam secara luring, serta lebih dari
1000 peserta mengikuti secara daring. Rangkaian kegiatan lainnya adalah pameran
industri, webinar dan penyusunan skema sertifikasi tableware dan sanitary untuk
lembaga sertifikasi personil yang dihadiri oleh 26 industri.
Selain itu, pemberian penghargaan kepada PT. Lucky
Indah Keramik sebagai pelanggan terloyal, PT. Bintangmas Glass Solution sebagai
pengguna layanan jasa sertifikasi (SPPT SNI) terbanyak dan PT. Arwana Citra
Mulia Tbk sebagai pengguna layanan jasa terbanyak. Kegiatan dilanjutkan dengan
penyerahan SPPT-SNI Vial Ampul kepada PT. Schoot Igar Glass dan peluncuran
prangko 100 Tahun Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Keramik
dan Mineral Nonlogam.
Sebagai bentuk sinergi BBSPJI Keramik dan Mineral
Nonlogam dengan sejumlah mitra industri, dilakukan penandatanganan MoU di
antaranya dengan PT. Chandra Asri, Universitas Logistik dan Bisnis Indonesia,
Disperindag Propinsi Sumatera Utara, dan Universitas Jenderal Ahmad Yani.
Sumber : INDUSTRY.co.id
INDUSTRY.co.id - Jakarta - Tahun 2022 menjadi momentum kebangkitan sektor industri pengolahan nonmigas, termasuk di dalamnya adalah industri keramik. Hal ini tercermin dari kinerja positif industri keramik sebagai subsektor dari industri bahan galian nonlogam, yang tumbuh 1,35% dengan kontribusi 0,47% (y-o-y) pada triwulan I tahun 2022.
Capaian tersebut menempatkan industri
bahan galian nonlogam sebagai peringkat kedua dalam kontribusi perkembangan
investasi di sektor industri kimia, farmasi dan tekstil (IKFT) sebesar 2,69%
“Pada semester I tahun 2022, sektor industri
keramik telah mencatatkan investasi dengan total Rp17,7 triliun. Penambahan
investasi ini diharapkan akan semakin memperkuat aliran rantai pasok industri
keramik nasional yang juga sejalan dengan program subtitusi impor guna
mengoptimalkan sumber daya produksi dalam negeri," kata Menteri
Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam sambutannya secara virtual pada
acara Temu Usaha Industri dan Puncak Memperingati 100 Tahun Balai Besar
Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Keramik dan Mineral Nonlogam, Kamis
(20/10).
Menperin mengemukakan, insentif Harga
Gas Bumi Tertentu (HGBT) bagi industri sebesar USD6 per MMBTU menjadi salah
satu kebijakan yang dapat meningkatkan efisiensi pada biaya operasional di
industri keramik.
"Sehingga capaian utilitas kinerja
industri ubin keramik tahun 2021 mencapai 72%, atau tertinggi dalam lima tahun
terakhir," ungkapnya.
Di samping itu, adanya strategi
pemulihan ekonomi nasional turut berdampak positif pada kinerja ekspor industri
keramik pada kuartal I tahun 2022.
Ekspor produk keramik nasional tumbuh
sebesar 12% dengan total volume 3,9 juta meter persegi, yang didukung oleh
peningkatan penjualan ke negara Filipina, Malaysia, dan Thailand.
Kinerja gemilang dari capaian ekspor
tersebut, juga diikuti dengan penurunan volume impor sebesar 21% (year on year)
dari 18,5 juta meter persegi menjadi 14,4 juta meter persegi, yang berdampak
pada kenaikan utilitas pada kuartal I-2022 berada di level 83%.
"Prestasi kinerja industri keramik
nasional ini tentunya didukung dengan keberadaan Balai Besar Standardisasi dan
Pelayanan Jasa Industri Keramik dan Mineral Nonlogam (BBSPJI Keramik dan
Mineral Nonlogam) yang menyelenggarakan layanan jasa seperti pengujian,
sertifikasi, standardisasi, bimbingan teknis dan jasa teknis lainnya, yang
dapat memastikan kualitas produk keramik secara akurat dan terpercaya,"
papar Menperin.
Dari awal pendiriannya pada tahun 1922
pada masa Pemerintahan Kolonial Belanda, dengan nama "Het Keramische
Laboratorium", BBSPJI Keramik dan Mineral Nonlogam terus berupaya
memberikan kontribusi terbaik bagi industri keramik nasional.
"Dalam perjalanan pengabdiannya,
balai besar ini juga melayani jasa standardisasi hingga sertifikasi,
pendampingan pengembangan usaha industri meliputi industri kaca (baik untuk
bangunan, otomotif, hingga alat kesehatan), industri refraktori, serta mineral
nonlogam lainnya," imbuhnya.
Momentum 100 tahun ini hendaknya
menjadi tonggak bagi BBSPJI Keramik dan Mineral Nonlogam dalam memberikan
pelayanan prima serta bersinergi memajukan industri keramik dan turunannya,
sehingga industri keramik nasional dapat berjaya di negeri sendiri, berdaya
saing di pasar global dan menciptakan inovasi yang berkelanjutan.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan
Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, Doddy Rahadi
menyampaikan bahwa pihaknya terus fokus pada upaya menunjang daya saing
industri melalui infrastruktur standardisasi industri serta pemanfaatan sumber
daya industri melalui pemanfaatan teknologi.
"Upayanya adalah dengan meluncurkan serangkaian kebijakan yang meliputi optimalisasi pemanfaatan teknologi industri berorientasi substitusi impor, penumbuhan circular economy, serta peningkatan daya saing melalui penguatan standardisasi industri dan implementasi industri 4.0," jelasnya.
Guna mendukung peningkatan daya saing industri, BBSPJI Keramik dan Mineral Nonlogam hadir sebagai penyedia layanan jasa sertifikasi, pengujian, kalibrasi, pelatihan, konsultansi dan optimalisasi teknologi industri.
"BBSPJI Keramik dan Mineral Nonlogam serta balai-balai di lingkungan Kemenperin juga hadir sebagai problem solver, serta senantiasa melakukan pendampingan bagi pelaku industri nasional," tandasnya.
Sumber : PRFMNEWS
PRFMNEWS - Acara Puncak
Peringatan 100 tahun Balai Besar Keramik yang sekarang telah
bertranformasi menjadi Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri
Keramik dan Mineral Nonlogam dengan tema acara “Satu Abad Bersinergi Membangun
Negeri†digelar di BBSPJIKMNL pada Kamis, 20 Oktober 2022.
Acara diawali dengan kegiatan temu usaha industri dengan partisipasi
200 industri keramik dan mineral non logam offline dan diikuti hampir 1000
peserta online, pameran industri, webinar dan penyusunan skema sertifikasi
tableware, sanitary untuk lembaga sertifikasi personil pada hari ke-2 yang
dihadiri oleh 26 industri.
Kementerian Perindustrian berkomitmen untuk terus mendukung pembangunan
struktur industri nasional yang mandiri dan berdaulat; industri yang maju dan
berdaya saing di tingkat global; industri yang berkeadilan dan inklusif; serta
industri berbasis inovasi dan teknologi. Hal ini sejalan dengan upaya
mewujudkan Indonesia menjadi negara industri yang tangguh.
Upaya memajukan industri keramik nasional terus dilakukan
oleh pemerintah dengan mengupayakan strategi khusus diantaranya pemberlakuan
SNI wajib bagi produk-produk keramik, kaca dan bahan galian nonlogam lainnya.
â€Strategi dalam pemulihan industri keramik nasional perlu diimbangi
dengan peningkatan keterampilan dan keahlian tenaga kerja melalui adopsi
teknologi mutakhir dengan memanfaatkan penerapan teknologi industri 4.0 yang
dapat menciptakan produk ber SNI, berkualitas kelas dunia, proses produksi yang
efektif, efisien, ramah lingkungan, serta diiringi dengan peningkatan
Penggunaan Produk Dalam Negeri khususnya dalam Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah,†kata Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang pada peresmian
pembukaan acara tersebut.
Tahun ini menjadi momentum kebangkitan sektor Industri pengolahan
nonmigas, termasuk industri keramik. Hal ini tercermin dari kinerja positif
industri keramik sebagai subsektor dari industri bahan galian nonlogam, yang
tumbuh 1,35% dengan kontribusi 0,47% (y-o-y) pada triwulan I tahun 2022 (diolah
dari data BPS) .
Capaian ini menempatkan industri bahan galian nonlogam sebagai
peringkat kedua dalam kontribusi perkembangan investasi di sektor industri
kimia, farmasi dan tekstil (IKFT) sebesar 2,69%.
Insentif Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) bagi industri sebesar USD 6 per
MMBTU melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 89K/10/MEM Tahun 2020, yang
selanjutnya diperbarui dengan Keputusan Menteri ESDM Nomor 134.K/HK.02/MEM.M
Tahun 2021 terbukti meningkatkan efisiensi biaya operasional, sehingga capaian
utilitas kinerja industri ubin keramik tahun 2021 mencapai 72%, atau tertinggi
dalam lima tahun terakhir.
Strategi pemulihan yang tepat tentunya berdampak pada perbaikan
berkesinambungan sehingga kinerja ekspor industri keramik nasional pada kuartal
I tahun 2022, menurut data yang diolah dari BPS, mampu tumbuh positif sebesar
12% dengan total volume 3,9 juta meter persegi yang didukung oleh peningkatan
penjualan ke negara Filipina, Malaysia, dan Thailand.
Pencapaian positif kinerja ekspor juga diikuti dengan penurunan volume
impor sebesar 21% (year on year) dari 18,5 juta meter persegi menjadi 14,4 juta
meter persegi, yang berdampak pada kenaikan utilitas pada kuartal I-2022 berada
di level 83%.
Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–April 2022 mencapai
US$93,47 miliar atau naik 38,68 persen dibanding periode yang sama tahun 2021.
Sementara ekspor nonmigas mencapai US$88,73 miliar atau naik 39,12 persen.
Prestasi
kinerja industri keramik nasional ini tentunya didukung dengan keberadaan Balai
Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Keramik dan Mineral Nonlogam
yang menyelenggarakan layanan jasa seperti pengujian, sertifikasi,
standardisasi, bimbingan teknis dan jasa teknis lainnya, yang dapat memastikan
kualitas produk keramik secara akurat dan terpercaya.
Dari awal pendiriannya pada tahun 1922 pada masa Pemerintahan Kolonial
Belanda, dengan nama "Het Keramische Laboratorium", Balai Besar
Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Keramik dan Mineral Nonlogam terus
berupaya memberikan kontribusi terbaik bagi industri keramik nasional.
Dalam perjalanan pengabdiannya, Balai Besar ini juga melayani jasa
standardisasi hingga sertifikasi, pendampingan pengembangan usaha industri
meliputi industri kaca (baik untuk bangunan, automotif, hingga alat kesehatan),
industri refraktori, serta mineral nonlogam lainnya.
Momentum 100 tahun ini hendaknya menjadi tonggak
bagi BBSPJI Keramik dan Mineral Nonlogam dalam memberikan pelayanan prima serta
bersinergi memajukan industri keramik dan turunannya, sehingga industri keramik
nasional dapat berjaya di negeri sendiri, berdaya saing di pasar global dan menciptakan
inovasi yang berkelanjutan.
Pada acara tersebut hadir juga Kepala Badan Standardisasi dan Pelayanan
Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin Doddy Rahadi yang menyatakan
pihaknya akan meluncurkan serangkaian kebijakan yang meliputi optimalisasi
pemanfaatan teknologi Industri untuk keperluan banyak hal.
â€Akan terus berfokus pada upaya menunjang daya saing industri melalui
infrastruktur standardisasi industri serta pemanfaatan sumber daya industri
melalui pemanfaatan teknologi industri, dengan meluncurkan serangkaian
kebijakan yang meliputi optimalisasi pemanfaatan teknologi Industri
berorientasi substitusi impor, penumbuhan circular economy dan peningkatan daya
saing melalui penguatan standardisasi industri dan implementasi industri 4.0,â€
katanya.
Industri keramik nasional terus berkembang selama lebih dari 30 tahun
dan merupakan salah satu industri yang didukung oleh ketersediaan bahan baku
yang melimpah. Prospek industri keramik nasional dalam jangka panjang cukup
baik seiring dengan pertumbuhan pasar dalam negeri yang terus meningkat karena
didukung oleh pertumbuhan pembangunan seperti properti dan perumahan.
Industri keramik yang terdiri dari ubin, saniter, tableware, kaca,
refraktori serta produk mineral nonlogam lainnya telah memberikan kontribusi
yang cukup signifikan dalam mendukung pembangunan nasioanal melalui penyediaan
kebutuhan domestik, perolehan devisa dan penyerapan tenaga kerja.
Dalam rangka mendukung peningkatan daya saing industri, Balai Besar Keramik dan Mineral Nonlogam
hadir sebagai penyedia layanan jasa sertifikasi, pengujian, kalibrasi,
pelatihan, konsultansi dan optimalisasi teknologi industri.
BBSPJIKMN serta Balai-balai di lingkungan Kementerian Perindustrian
juga hadir sebagai problem solver, serta senantiasa melakukan pendampingan bagi
pelaku industri nasional. Tugas dan fungsi Balai Besar Keramik dan Mineral Nonlogam
ini sesugguhnya telah melekat sejak satu abad yang lalu di bawah "Het
Keramische Laboratorium".
Disampaikan juga pada acara webinar Temu Usaha Industri ini beberapa
kebijakan industri keramik dan mineral non logam diantaranya kebijakan TKDN;
Sertifikasi Industri Hijau; Pemeriksaan Produk Halal dan Implementasi Industri
4.0 oleh para pejabat eselon 2 Kementerian Perindustrian.
Penandatanganan MOU antara BBSPJIKMNL dengan PT. Chandra Asih; ULBI
(Poltekpos); Disperindag Propinsi Sumatera Utara dan Universitas Jenderal Ahmad
Yani. Kemudian pemberian penghargaan kepada pelanggan loyal BBSPJIKMNL dan
penyerahan SPPT-SNI Via Ampul kepada PT. Schoot Igar Glass dan peluncuran
perangko 100th BBSPJIKMNL.
Dalam rangka mensukseskan program
Kementerian Perindustrian Making Indonesia 4.0 di bidang Industri Keramik dan
Mineral Non-logam, BBalai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Keramik dan Mineral Non-logam (BBSPJI KMN) telah
bekerjasama dengan PT SMC Automation Indonesia untuk menyiapkan pilar teknologi
4.0. Ir. Azhar Fitri, M.Sc. selaku Kepala BBKMN telah memelopori dan menyiapkan
satu tim khusus di tahun 2022 ini yang bertugas untuk mengawalnya jalannya
program pemerintah Making Indonesia 4.0
di lingkungan industri keramik dan mineral non-logam. Di masa mendatang
diharapkan produk teknologi yang mendukung smart
manufacturing banyak terimplementasikan.
Saat ini integrasi sistem otomasi berbasis smart manufacturing dianggap sebagai “the future of manufacturingâ€. Integrasi sistem ini tidak hanya mampu mereduksi penggunaan energi dan mengurangi kesalahan proses dan human errors di industri tetapi juga mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas kinerja industri secara menyeluruh. Secara bertahap melalui pelaksanaan program pendampingan INDI 4.0, industri keramik dan mineral non-logam diharapkan bisa bertransformasi menjadi industri yang berdaya saing global dan modern.
Transformasi
Industri 4.0 telah membawa perubahan budaya dan kompetensi kerja baru di
lingkungan perindustrian. Perubahan ini membawa dampak positif untuk pekerja
industri diantaranya berkurangnya resiko pekerjaan secara signifikan.
Kompetensi teknis baru yang akan ditumbuhkan meliputi pengetahuan “state-of-the-art†dari bisnis
manufaktur, keahlian teknik, pemahaman proses, keahlian media, keahlian
pemrograman, dan pemahaman keamanan teknologi informasi. Di bidang industri
kompetensi spesifik keteknikan (teknologi) baru meliputi: ilmu data dan
analitik tingkat lanjut, antarmuka mesin-manusia baru, teknologi transfer
fisik-digital, simulasi dan pemodelan, komunikasi data dan jaringan, optimasi
sistem logistik dan gudang real-time,
sistem kecerdasan buatan, mekatronik dan robotika, otomasi industri, keamanan
jaringan, augmented dan VR, IoT, dll.
Otomasi industri merupakan tahap 3.0 dari transformasi industri 4.0. Tahap ini memiliki peran penting dalam transformasi industri 4.0 sehingga sering juga disebut dasar dari industri 4.0. Otomasi industri menurut piramida industri 4.0 memiliki memiliki tiga jenjang tahapan yakni: field level, control level dan supervisory level.
Perangkat keras yang sering digunakan dalam field level diantaranya:
sensor/tranduser, aktuator, mekanik,
pneumatik, hidrolik, robot, artificial
vision, sistem identifikasi, dan
komunikasi. Sedangkan pada control level teknologi yang digunakan: P.I.D controller, personal computer (PC),
frequency converter (VFD), driver electric actuator, robot controller, dan
komunikasi. Supervisory level
merupakan pondasi dari smart
manufacturing dimana teknologi yang digunakan lumrahnya adalah supervision, control and data acquisition
(SCADA) dan human-machine interface
(HMI).
Sumber :Â Kompas.com
JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin)
menargetkan industri keramik nasional bisa menjadi peringkat keempat di dunia
dari sebelumnya di peringkat keenam.
Dengan
deposit bahan baku yang cukup melimpah di tanah air, industri keramik nasional
punya daya saing di pasar global bersama China, India, Brasil, Spanyol, dan
Iran.
“Keempat
langkah strategis itu tersedianya gas industri dengan harga kompetitif,
inovasi, SDM kompeten dan pengembangan industri keramik dalam negeri,"
ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Doddy
Rahadi dalam keterangan tertulisnya, Minggu (18/10/2020).
Â
Selain
itu, langkah lainnya, yakni pemerintah memproteksi pasar dalam negeri dari
peningkatan PPh terhadap keramik impor sebesar 7,5 persen. Di samping, perlu
pasokan bahan baku berkesinambungan bagi pertumbuhan industri keramik nasional.
“Untuk
itu, pemerintah melalui regulasinya akan mengamankan pasokan bahan baku asal
SDA Indonesia, sebagai salah satu keuntungan untuk mendukung daya saing
industri keramik nasional. Seperti tanah liat (clay), feldspars, pasir silika,
dolomite, batu kapur dan SDA berbasis bahan galian non logam lainnya," kata
dia.
Doddy
mengakui, walau perkembangan industri keramik cukup menggembirakan, namun masih
ada kelemahan untuk dicarikan solusi. Di antaranya, yang sudah jadi isu
nasional, ketergantungan pada bahan baku impor. Yang semestinya ini dapat
disediakan di dalam negeri karena SDA-nya tersedia melimpah dan bahkan banyak
yang diekspor.
"Kondisi
seperti itu tidak hanya ada pada industri keramik tapi juga pada industri
lainnya. Inilah yang jadi tantangan yang harus segera direspon oleh semua
pemangku kepentingan," ungkap Doddy.
Di
pihak lain, pinta Doddy, dengan keterbatasan yang ada sudah seharusnya juga
industri dapat memanfaatkan hasil-hasil lembaga litbang di Indonesia. Sehingga
tercapai bermacam inovasi yang berguna bagi masyarakat industri. Sementara itu,
Kepala BBK Kemenperin, Gunawan menambahkan, indeks daya saing suatu negara
salah satu unsurnya ditentukan oleh ketergantungan bahan baku impor, inovasi
atau invensi teknologi. Yang mana, BBK sebagai lembaga litbang di bidang
industri keramik punya misi kuat jadi stimulan dalam teknologi pengolahan bahan
baku lokal dan teknologi pemprosesan keramik atau material terkait lainnya.
"Ini
wujud nyata BBK dalam upaya meningkatkan kemandirian dan daya saing industri
nasional," kata Gunawan.
Â
Sumber :Â kompas
Â
JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Penelitian dan
Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian Doddy Rahadi mengatakan,
Indonesia perlu maksimalkan industri 4.0 untuk bisa menjadi top 10 ekonomi
dunia pada 2030.
Sebab, revitalisasi sektor manufaktur bisa memberi kontribusi yang besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).Â
“Konsep
sirkular ekonomi dapat menjawab berbagai permasalahan umum yang dihadapi
industri dalam negeri," ujar Doddy dalam keterangan tertulisnya, Rabu
(21/10/2020).
Industri manufaktur pada 2018, menurutnya, menyumbang 20,2 persen PDB dan membuka 14 juta lapangan kerja. Bahkan di masa pandemi ini berkontribusi 19,98 persen dengan capaian nilai tambah Rp700,51 triliun serta menyerap 18,5 juta pekerja.
Atas
dasar itu, lanjut Doddy, Indonesia perlu
sungguh-sungguh merealisasikan berbagai prioritas nasional dalam
Making Indonesia 4.0. Dengan menerapkan prinsip ekonomi
berkelanjutan baik oleh industri maupun kerja sama lembaga riset.
“Sehingga akan dihasilkan bahan baku bernilai tambah tinggi, efisiensi dalam proses produksi dan limbah industrinya dapat dipakai oleh industri lain,†kata dia.Â
Doddy
menambahkan, sektor manufaktur Indonesia umumnya punya masalah
 sama, mulai dari ketersediaan bahan baku lokal hingga kebijakan
lintas sektor.
Making
Indonesia 4.0 mampu menjawab tantangan dan kendala itu serta
mempercepat perkembangan industri manufaktur nasional.
Â
Sumber :Â maritim
JAKARTA-MARITIM :Â Untuk jadi top 10 ekonomi dunia pada 2030, Indonesia perlu
maksimalkan industri 4.0 sebagai peluang mengejar pertumbuhan ekonomi. Sehingga
lewat revitalisasi sektor manufaktur tercapai kontribusi tinggi terhadap PDB.
“Sebab,
konsep sirkular ekonomi dapat menjawab berbagai permasalahan umum yang dihadapi
industri dalam negeri,†kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri
(BPPI) Kemenperin, Doddy Rahadi, saat webinar temu usaha industri, yang
diadakan Balai Besar Keramik (BBK), di Jakarta, Rabu (21/10/2020).
Kegiatan
bertema ‘Implementasi Sirkular Ekonomi pada Industri Keramik dan Kaca untuk Mewujudkan
Making Indonesia 4.0’ ini dimoderatori Kepala BBK Bandung, Gunawan.
Dengan
pembicara Plt Direktur Ketahanan dan Iklim Usaha Kemenperin Yan Sibarang,
Kepala Pusat Industri Hijau Kemenperin Junadi Marki serta Ketua Asosiasi Kaca
Lembaran dan Pengamanan Yustinus H Gunawan. Selanjutnya Ketua Asosiasi Produsen
Gelas Kaca Indonesia Henry T Susanto, Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia
Gunarso dan Sinta Rismayani dari BBK.
Industri
manufaktur pada 2018, menurutnya, menyumbang 20,2% PDB dan membuka 14 juta
lapangan kerja. Bahkan di masa pandemi ini berkontribusi 19,98% dengan capaian
nilai tambah Rp700,51 triliun serta menyerap 18,5 juta pekerja.
Â
Dengan target jadi 10 ekonomi terbesar di dunia, lanjut Doddy,
kita perlu sungguh-sungguh merealisasikan berbagai prioritas nasional dalam
Making Indonesia 4.0. Dengan menerapkan prinsip ekonomi berkelanjutan baik oleh
industri maupun kerja sama lembaga riset. Sehingga akan dihasilkan bahan baku
bernilai tambah tinggi, efisiensi dalam proses produksi dan limbah industrinya
dapat dipakai oleh industri lain.
Ditambahkan,
sektor manufaktur Indonesia umumnya punya masalah sama, mulai dari
ketersediaan bahan baku lokal hingga kebijakan lintas sektor. Making Indonesia
4.0 mampu menjawab tantangan dan kendala itu serta mempercepat perkembangan
industri manufaktur nasional.
Konsep
sirkular ekonomi dan standar industri hijau bagian dari ekonomi keberlanjutan
ke depan akan diimplementasikan pada industri manufaktur. Prinsip
buat-pakai-buang pada ekonomi linear diubah ke prinsip regenerasi 5R (Reduce,
Reuse, Recycle, Recovery and Repair).
Sementara
Kepala BBK, Gunawan, menyampaikan untuk mengatasi permasalahan industri
Kemenperin telah membuat Industri 4.0 dengan salah satu program prioritas
membuat standar-standar keberlanjutan (sustainability).
Hal
lain, BBK telah mengimplementasikan kerja sama dengan beberapa Unit Jasa
Pembangkit PT Indonesia Power berupa pemanfaatan limbah fly ash dan bottom ash
menjadi produk seperti tetrapod, tiang panel, paving block dan bahan bangunan
lainnya.
“Riset
dan rekayasa yang dilakukan tersebut merupakan salah satu upaya Balai Besar
Keramik dalam implementasi prinsip ekonomi sirkular sebagai bagian dari Making
Indonesia 4.0,†ucap Gunawan.
Komitmen industri hijau
Pada
kesempatan sama, Kepala Pusat Industri Hijau Kemenperin, Junadi Marki,
mengatakan Kemenperin terus berkomitmen mewujudkan pembangunan berkelanjutan
melalui penguatan konsep sirkular ekonomi sebagai sumber efisiensi dan nilai
tambah sektor industri. Hal itu sebagai upaya penerapan Perpres No 18 tahun
2020 tentang RPJMN 2020-2024 yang mengarahkan kebijakan peningkatan nilai
tambah ekonomi.
“Kemenperin
mengembangkan konsep sirkular ekonomi dalam bentuk kebijakan Industri Hijau
untuk mempertahankan nilai produk agar dapat digunakan berulang tanpa
menghasilkan sampah melalui kegiatan reuse, recycle dan recovery,†ujar Marki.
Sedangkan
Ketua Bidang Roof Tiles ASAKI, Gunarso, menilai sumber daya alam seperti tanah
liat dan hard materials adalah bahan baku utama pembuatan keramik. Kebutuhan
keramik di Indonesia seluruhnya bisa disediakan oleh produsen lokal dengan
mengoptimalkan tenaga kerja lokal.
“Sebagian
besar produk keramik dapat digunakan dan didaur ulang untuk dipakai kembali
sebagai bahan baku,†ungkapnya.Â
Â
Â
Â