MENUJU WILAYAH BEBAS DARI KORUPSI DAN WILAYAH BIROKRASI BERSIH MELAYANI                                     LSPro BBK Melayani Jasa Layanan Sertifikasi Industri Hijau

Dunia Keramik

Keramik Pulutan Butuh Topangan Dana Pemerintah

Input By: admin | Posted on: 2018-04-18 09:55:29

Desa Pulutan Kecamatan Romboken adalah desa yang memiliki potensi dalam kebudayaan dikarenakan menjadi satu-satunya andalan andalan kabupaten Minahasa dalam pembuatan keramik.

Salah satu Pusat pelatihan Keramik (Training Center)di Pulutan sudah banyak di datangi wisatawan asing maupun lokal hal ini dibenarkan Neki Wungkar sebagai manager pelatihan keramik Pulutan Training center.

"Produk disini terbagi beberapa macam dari segi pembuatan keramik yang sudah di buat, dan ada juga sesuai pesanan pembeli yang di buat," katanya.

Pelatihan Keramik pulutan sudah sempat vakum selama lima tahun dikarekan tidak memiliki modal untuk menjalankan training center ini.

"Tapi karna dari kelompok kami yang ingin meneruskan potensi keramik di minahasa ini akhirnya kami menulai kembali dengan cara hasil buatan keramik yang kami buat dijual pada wisatawan harganyapun bervariasi mulai dari Rp10.000 sampai Rp70.000 untuk keramik yang tingkatboembuatanya tidak terlalu sulit. Sedangkan untuk keramik seperti Rumah ataupun bentuk unik dan memiliki tingkat pembuatan yang sulit berkisar ratusan ribu dan hasilnya akan dibagikan kepada 10 anggota kelompok yang menjalankan tempat ini,"jelasnya.

Lanjutnya, di tahun 2017 ada sekitar 200 pegunjung yang datang untuk melakukan pembuatan, dan ada juga dari siswa SMA, Mahasiswa melakukan praktek langsung pembuatan keramik.

"Selain itu juga ada yang datang disini wisatawan asing, juga dari lokal melihat secara langsung pembuatan yang di lakukan, ada keramik yang gelasir yang dibuat di tempat latihan pulutan ada juga keramik gerabah," ungkapnya.

Wungkar berharap pemerintah dapat memperhatikan kembali Kelompok dari pelatihan ini yang berjumlah 10 orang. dikarenakan para petugas disini hanya di fasilitasi pemerintah untuk tempat pembuatan keramik saja.

"Sedangkan kami harus memenuhi kebutuhan sehari-hari, kami juga berharap jika pemerintah memperhatikan kondisi bangunan yang saat ini jika hujan air sudah masuk dan membasahi tempat training center ini," harapnya.

Sumber : Tribun Manado